Lirih bibirku berbisik rindu di telinga
Kata demi kata
Tangisan bersembunyi di belakang pintu
Aku tak sanggup mengelak
Rintihan hati menghembuskan nafas terakhir
Tergeletak tak berdaya
Berlumuran air mata
Rindu ini memaksaku mati rasa
Dengan terbata-bata berkata
aku memujimu
Di antara pelangi-pelangi senja yang tampil sempurna
Lagi dan lagi
Rindu ini menyatu bersama matahari terbenam
Membuka lembaran kertas berdebu