Rabu, 05 Juli 2017

Curhatan tentang kertas kecil yang disebut uang



Sepertinya aku memang sudah harus mengangkat tangan, tidak ada lagi yang bisa aku lakukan, sudah waktunya menyerah dan berdamai dengan uang. Tidak ada yang mudah selain dipermudah tumpukan kertas merah soekarno hatta. Sampai kapanpun aku tak akan bisa melampaui kemampuan uang, uang adalah pembenaran dari segala sisi. Jikalau uang sudah berbicara semua mutlak akan jadi harga mati meskipun bisa ditawar percayalah kamu akan tersiksa dikemudian hari.

Sudahlah kisah cinta romeo dan juliet tidak akan pernah bisa hidup didunia sekarang ini, ini dunia dimana segala sesuatunya berbayar, bahkan sepotong ayatpun sebagian sudah ada yang memasang tarif, jadi jangan heran kalau perbedaan antara haram dan halal cuma sebatas tumit kemata kaki.
Sudut pandang setiap orang berbeda, bagi orang sepertiku cukup terima saja dan percayakan pada Tuhan kalau semua itu sudah terencana, itulah kenapa Tuhan menciptakan wanita dari tulang pria bukan dari tangkai bunga mawar, karena Tuhan tahu segalanya.

Maafkan aku jika tulisan ini sedikit agak kasar, anggap saja sebuah curhatan untuk mewakili banyak orang diluar sana yang terkendala dana untuk beberapa hajatan mereka, termasuk aku.









" atas dasar uang semua orang bisa menjadi bukan seseorang " 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...