Senja ini cahaya jingga menambah indahnya gumpalan awan disekitar. Sejuk angin sore ditepian sungai, lamunan demi lamunan membawaku larut dalam cerita tulisan tangan yang dimulai dengan kesedihan. Kesendirian yang membuatku untuk menulis sebagai tempat dimana aku bisa bebas, senja merupakan tempat terbaik untuk bersantai dan merangkai beberapa cerita disatu seduhan secangkir kopi. bagiku secangkir kopi saja sudah merupakan imajinasi tanpa batas, pembawa harapan-harapan baru diseruputan pertama. Aku menyukai suasana senja disaat sedang sepi karena disitu akan ada banyak kisah yang bisa aku tuangkan dari ujung pena.
Beberapa rangkaian yang aku suka adalah gabungan antara titik-titik awan berbalut sinar jingga dan beberapa cahaya disela-sela awan yang menutupi matahari seperti kepingan ide, menghabiskan pandangan sampai matahari terbenam adalah hal yang sangat menyenangkan. Aku menyukai senja layaknya seorang perempuan, senja tidak selalu sama tiap hari tapi dia selalu ada ditempat dimanapun kita mau melihatnya, dimana ada senja disitu ada kamu, kamu satu-satunya senjaku yang ceritanya tak akan pernah habis.
" kata mutiara senja ini hanya sebatas meluangkan waktu beberapa detik mengheningkan cipta untuk mengungkap bagian dari kenangan kita "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar