Rabu, 05 Juli 2017

Lamunan dari tumpahan kopi



Bagi orang sepertiku hanya keajaiban yang bisa merubah segalanya dan jikalau beruntungpun butuh waktu bertahun-tahun baru dapat jawaban. Jika ini harus berakhir dengan luka aku siap membalutnya dengan kain lalu membakarnya hingga kering, akan terasa sangat sakit memang tapi ketahuilah aku pernah merasakan sakit lebih dari itu ketika aku mulai sadar seorang lelaki paruh baya tidak lagi ada menemaniku bertumbuh menjadi pria dewasa hingga sekarang ini. Lalu seorang wanita tua yang kehabisan usianya disaat aku mulai mengerti cara-cara bertahan hidup dari sepotong roti dan secangkir susu, hingga detik ini pertanyaanku tetaplah sama, ini ujian atau hukuman ?

Jika kalian diluar sana mempertanyakan sekeras apa perjuanganku, itu adalah sebulat tekadku memaksa menelan nasi bertabur garam, asin memang. Tapi tetap harus ditelan demi menghentikan bunyi alarm. Sekeras dan sekuat apapun aku berusaha hasilnya akan tetap sama, tak akan pernah bisa cukup untuk membeli mulut-mulut orang diluar sana, jadi lebih baik diam dan berpura-pura tuli saja. Orang yang mulutnya suka berbicara kasar biasanya tidak lebih pintar dalam banyak hal, jadi percuma kalau harus repot memikirkan untuk membeli mulut orang yang otaknya sedikit kurang karena dijual kembali tidak akan laku.







" jangan menyeruput kopi yang sudah tumpah, 
  Lakukan hal seperlunya, secukupnya. Lalu bikinlah
 Kopi baru dengan gelas kecil " 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...