Selasa, 21 Maret 2017

Mimpi Dan Harapan



Musim kini berganti lebih cepat. Embun pagi terasa bersahaja, namun warna seakan masih memudar dibatas kota. Sisa-sisa mimpi yang mulai mati perlahan. Semua seakan berakhir disini, mimpi yang dulunya terlihat kini memudar seiring waktu.
Sekarang aku mulai berpikir, apa mungkin seseorang yang bukan apa-apa bisa mendapatkan sesuatu yang sangat berharga ?

Memang tidak ada yang tidak mungkin, tapi bagi seseorang yang tidak punya kuasa perlu usaha keras untuk mencapai apa yang diharapkan. Aku pernah berharap mendapatkan seorang bidadari cantik, seksi, kaya, baik hati, dari keluarga berada. Seandainya aku kaya, mungkin akan sedikit berbeda, aku tidak terlalu memimpikan mendapatkan wanita yang kaya karena mau dari keluarga berada ataupun sederhana tidak akan terlalu berpengaruh kedalam ceritanya, karena aku kaya.

Aku tidak menyalahkan apa yang sudah aku mulai, mungkin aku memulainya dengan cara yang salah atau salahnya yang terletak padaku. Aku belajar memahami banyak hal yang seharusnya tidak perlu aku lakukan, rahasia yang tidak harus dipecahkan, karena tidak akan ada jawaban. Ada kalanya merasa bahagia, ada kalanya juga merasa sedih. Perpaduan rasa yang sebenarnya sudah seimbang. Tapi aku tetap berharap mimpi yang aku impikan jadi kenyataan. Akan tetapi aku tetap selalu berhati-hati untuk tidak terjebak dalam mimpiku sendiri, dan tidak hidup didalamnya.

Menikmati sketsa dari ceritanya walau tidak begitu jelas terlihat, tapi aku selalu ingin menggapai bayang-bayang yang ingin Ku gapai. Namun jiwa seketika membeku menjadi gumpalan es yang sangat dingin. Seperti berjalan dilorong yang sangat gelap, ku coba lewati lorong itu, tapi berakhir seperti sebelumnya. Aku termenung, Ku dapat satu kaya yang membuat aku galau untuk berjalan, kata itu indah bila berhasil, kata itu mati bila salahku. Karena aku berjalan diatas sehelai benang setajam mata pedang.

Selalu ada kemungkinan tak terduga setiap hari, kemungkinan yang bisa merubah hidupku, kemungkinan yang bisa menuntunku kearah yang lebih baik, kemungkinan yang bisa mempertemukanku dengan orang yang tepat.











( bermimpilah setinggi mungkin,
   Tapi jangan sampai terjebak dan hidup
   Dalam mimpimu sendiri ) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...