Ketika cahaya mulai meredup, ketika kantung mata mulai berkerut, ketika rambut mulai memutih, ketika jalan mulai membungkuk, entah setua apa aku nanti.
Kalau saja aku mampu menghitung bintang dilangit, kalau saja aku bisa terbang, kalau saja aku pewaris tahta kerajaan. Barangkali aku tidak akan memikirkan masa tua Ku yang akan datang.
Dikala senja mulai terbenam, ketika mentari kembali terbit. Ada harapan yang tetap sama, harapan untuk tetap bisa tersenyum dipenghujung senja. Detik-detik waktu yang mulai menghilang seiring hari yang terus berganti, hari-hari yang pada waktu tertentu selalu ingin aku ulang kembali.
Wajah-wajah yang mungkin perlahan mulai tidak aku kenali, mungkin aku juga akan lupa raut wajah tampanku dulu. Entahlah ...
Lamunan dipenghujung senja kampung halaman yang tidak pernah bisa aku rindukan.
Cahaya jingga terpancar disela-sela awan seberang sungai, matahari terlihat bergeser dari dahulu yang pernah Ku lihat. Gelombang menari-nari tertiup angin, burung-burung terbang gembira sambil tertawa.
Aku selalu ingin pergi jauh dari kampung tempat lahirku. Bukan karena aku membenciNya, hanya saja aku tidak bisa membuat keberuntungan Ku di sini. Sesekali hanya mampir untuk menjenguk gundukan tanah kedua orang tua Ku. Aku tidak ingin ceritaku berakhir disini dan terkubur, karena aku percaya "Tuhan menciptakan Ku menjadi orang kuat di antara beberapa orang terkuat ".
( Tuhan menciptakan Ku menjadi orang kuat di antara
Beberapa orang terkuat )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar