Sabtu, 11 Maret 2017

TUMPUKAN KERTAS KUSAM



Khayalanku berputar-putar ditempat yang sama, itu karena aku masih tersesat dikamar sendiri. Kamar yang penuh dengan kabut asap rokok, aku mencoba berdiri untuk berlari, namun jejak kaki perlahan berjalan mundur, impian dan harapan tersimpan rapi dalam tumpukan kertas kusam. Entah sampai kapan ?
Bagai terbangun dari tidur panjang aku berusaha membuang serpihan jejak yang masih membekas.

Dalam sepertiga malam aku berharap ada sedikit keajaiban, keajaiban yang semua orang inginkan. Berbisik dalam hati seakan aku lupa, lupa bahwa masih banyak orang diluar sana yang membanting tulang demi sepotong roti. Mungkin aku yang terlalu tuli untuk mendengar suara jangkrik, entahlah. sebab aku tidak mengerti bahasa jangkrik.

Maafkan aku karena sudah berlari terlalu jauh, lalu menghilang sejenak, bukan karena takut, bukan karena terlalu kecewa tapi masih mencari. Aku yakin dan percaya tidak semua luka diujung jari manis itu pahit, masih ada kata manis tersemat di situ. Percayalah lama dan sangat lama kamu pasti akan merindukan tetesannya. Perlahan rasa sakit itu akan membuat kamu mengerti tentang cerita dunia.







( " dunia menyimpan berjuta cerita
     Dan saat cerita itu bicara
     Kamu akan menangis karenanya
Juga mungkin tertawa olehnya ")











Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...