Minggu, 26 Maret 2017

Kertas kosong



Suatu hari akan aku bukukan apa yang melintas dalam pikiranku, dan yang telah hidup didalamnya. Walau tidak hari ini atau esok.
Pada bintang-bintang yang jauh diatas sana, pada bumi yang entah bulat atau datar. Bumi memang bulat pada dasarnya dari berbagai Sumber, bumi memang bulat dari yang terlihat tapi datar dari yang terasa. Mungkin itu semacam fatamorgana yang kamu lihat ada mata air dihamparan gurun pasir, layaknya hidup tidak terlalu jauh berbeda. Hidup ini tidaklah sungguh nyata tapi dia ada dan harus kamu jalani sesuai prosedur dan ketentuan sang pencipta.

Setiap detik hembusan nafas yang hidup itu sangatlah berharga. Janganlah kamu hentikan dia dengan gantung diri dan cara-cara menyakitkan lainnya, ingat neraka itu bukan sekedar dongeng.
Hidup sangat lah erat kaitannya dengan cinta, aku sering menafsirkan banyak hal tentang hidup, aku pernah hanya merasa bernafas tanpa pernah merasa hidup karenanya.

Hidup itu seperti layaknya seorang petarung bukan seorang prajurit. Hiduplah dengan cinta yang benar, cinta yang kamu yakini bisa melindungi serta membawa kebahagian. Percayalah apapun yang terjadi cinta akan selalu menjaga dirimu.

Lebih baik menyesal karena keputusan yang kamu buat sendiri ketimbang menyesal karena telah mendengarkan orang lain. Hiduplah menurut hidupmu sendiri, buatlah kebahagianmu sendiri. Aku lebih bahagia atas penyesalan yang telah aku buat.
Akan tetapi nasihat itu tetap perlu, dengarkan, pilihlah yang menurutmu baik dan lakukan dengan caramu sendiri. Kebahagiaanmu ada pada keputusan yang kamu ambil. Kebahagiaan mu bukan ditangan orang lain, bahkan bukan keputusan dari orang tua mu.

Orang tua hanya memberi nasihat yg terbaik, memberi pelajaran yang terbaik, memberi contoh yang terbaik, membimbingmu kejalan yang benar, memberimu kebahagian bukan membuat keputusan untuk kebahagiaanmu. Kamu berhak memilih.
Hidup terkekang itu bukan hidup tapi hanya bernafas, kamu hanya mengikuti alur cerita yang sudah tertulis sejak lama. Sesekali siapkan kertas kosong untuk ceritamu, jangan hanya terpaku pada cerita kancil dan buaya, karena cerita itu tidak akan pernah berubah sampai anak cucumu, ceritanya akan tetap sama.









( hiduplah menurut hidupmu sendiri,
  Aku lebih bahagia atas penyesalan yang telah aku buat ) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...