Senin, 13 Maret 2017

aku harus membuat keberuntunganku sendiri



Semua sangat cepat berlalu dengan sendiri nya. Tapi bagiku terasa sangat lambat, entah bagaimana begitu nyaring bunyinya tapi tidak pernah bisa Ku dengar, entah aku yang tuli,
Seperti sangat jelas tampak terang entah bagaimana tidak terlihat, mungkin aku yang buta, atau memang jalan nya yang memang tak berujung. Mungkin Tuhan ingin aku membuat keberuntunganku sendiri.

Malam semakin larut, aku belum bisa untuk beranjak dari tempat dudukku disudut kamar ini. Cahaya lampu redup memilukan suasana, pantulan cahaya lampu disudut kamar sedikit membantuku menatap cermin, samar-samar terlihat wajah yang sama, tanpa ekspresi gembira ataupun tersenyum singkat, hanya kantung mata yang menghitam. Aku selalu berusaha menyembunyikan kerutan pada wajah, wajah yang kusam. Apa mungkin aku bisa bertahan dari misteri jalan hidup yang masih berantakan.

Beban yang aku rasakan berbanding terbalik dengan orang dipinggiran jalan. Tentu kalian pernah dengar atau lihat pengemis punya rumah mewah dan uang ratusan juta dari hasil menadahkan tangan. Ingin rasanya melakukan hal yang sama, tapi aku terlalu malu untuk melakukan itu. Dan akan merasa berdosa kalau harus berpura-pura Tuhan tidak tahu yang aku lakukan, tidak bermaksud membandingkan hidupku dengan peminta minta. Entah apa dalam pikiran mereka, mungkin itu pekerjaan yang mudah, mungkin itu sesuatu yang menjanjikan, mungkin itu jalan satu satunya. Aku tidak pernah menyalahkan apa yang coba mereka sandiwarakan dengan tangisan ataupun kesedihan, itu adalah suguhan drama yang begitu sempurna. Tapi maaf teman, aku tidak pernah bisa percaya itu, karena hidupku tidak seindahan tangisan kalian dan tidak semanis ice cream ditoko seberang jalan.

Kadang aku merasa ada yang berbeda, hidup seperti sebuah dongeng yang sudah pernah diceritakan berulang-ulang kepala seorang anak. Mungkin hanya terbawa suasana dan perasaan atau memang karena aku mulai terbiasa menikmati setiap harinya. Sesekali ada rasa bersalah karena terlalu sering meminta sesuatu yang berlebihan kepada Tuhan. Seiring waktu semua itu mengikuti, walau tidak semua sesuai rencana, karena aku sadar, aku bukanlah pengarang asli dari ceritaku.





( tidak semua sesuai rencana, karena kamu harus sadar kamu bukanlah pengarang asli dari ceritamu )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...