Senja indah tatkala matahari mulai terbenam di barisan pepohonan. Sebuah lagu sendu tercipta di benakku, sebuah senyum kecil terjadi begitu saja. Sedikit tertawa dalam kenangan lama.
Senja jingga yang menawan. Membuka ingatan lama sebuah cerita, cerita cinta yang sebenarnya tidak aku mengerti. Hanya saja semua itu punya senyum tersendiri dibalik judul yang tak terukir. Semua nampak berbeda sekarang dari yang terlihat, suasana yang berbeda tapi tetap di tempat yang sama.
Semua yang terjadi dan pernah dilalui pada masa lalu terasa sangat lucu, aku pernah merasa egois untuk tidak ingin kehilangan sesuatu yang aku sayang.
Sekarang aku hanya bisa tertawa dan terkadang senyum sendiri apabila sekilas hujan lewat datang membasahi kepala, sekedar mengusik cerita lama.
Hari mulai gelap menandakan aku harus berhenti tersenyum, gerimis selalu mengundang disaat malam sendiri, termenung dengan segelas kopi.
Kenangan tetaplah kenangan, tidak ada yang istimewa dari itu semua, dia hanya lembaran kertas yang tanpa sengaja pernah kamu baca. Hanya orang bodoh yang berpikiran pernah memiliki mantan terindah, aku lebih senang ada yang berkata : " aku pernah melakukan dosa terindah bersama dia".
Gelombang jiwa yang dulu pernah membara kini perlahan mulai seimbang seiring usia yang semakin berkurang. Dalam hidup ini tidak ada istilah memiliki, karena semuanya bisa hilang dan pergi kapan saja. Yang bisa kamu lakukan hanya berjuang dan mempertahankan apa yang kamu punya.
Cinta itu tidak hanya sekedar mencium kening, tidak sekedar jalan bersama, tidak sekedar bergandengan tangan. Ada tanggung jawab sangat besar dari sekedar memberi makan.
( kenangan tetaplah kenangan, tidak ada yang istimewa dari itu semua. Dia hanya lembaran kertas yang tanpa sengaja pernah kamu baca )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar