Selasa, 11 Juli 2017

Mawar untuk mawar



Seharusnya mawar ini akan tetap selalu untuk mawar tetapi keputusanku kadang berubah-ubah hingga mekarnya tertunda sampai layu dan tak berduri lagi, beberapa orang ingin mencoba menyiramnya kembali. Aku memang pernah salah membiarkan mawar itu tak terawat dihalaman rumah, tapi percayalah mawarku selamanya untuk mawar tidak untuk melati ataupun tulip. Melati dan tulip memang tak berduri, itu sebabnya aku tidak tertarik pada melati ataupun tulip, bukan karena aromanya tapi memang duri salah satu mawar sudah tertanam tanpa bisa aku cabut, sangat dalam menembus salah satu pembulu darahku. Jadi jangan tanyakan apakah aku akan mencabut duri itu karena sakit, justru rasa sakitnya yang selalu aku rindukan menempel menemani hariku sebagai pembuka awal pagiku seperti bagian sensitif wajah cemberutnya yang terlihat bagai sekuntum mawar berbalut duri. Aku sering tertusuk duri dari tangkai mawar, kadang sakit kadang rasanya menenangkan melihat duri itu tetap senyum dan menempel dibeberapa jari tanganku.

Pada hatimu yang dulu selalu damai ketika ku dengar alunan degupnya. Aku merindukan getar telepon genggamku dalam saku celana dan biasa kulihat panggilan dari seseorang yang tertulis mawarku. Terima kasih sudah mau tumbuh dan mekar perlahan dari sedikit siraman air yang aku bawa, maafkan aku belum bisa membuat mu jauh terlihat indah dari banyak bunga-bunga. Tapi percayalah aku tidak akan membeli mawar baru hanya demi terlihat indah diluar sana.

Jangan berpikir mawarmu melukai dengan durinya tapi pikirkan bagaimana duri itu tetap jinak tanpa bisa melukai kulit luarmu, dan biarkan duri itu tetap menancap disela sela tulang rusak yang sudah kamu persiapkan. Kepada mawarku ; aku memilihmu bukan karena kelopakmu yang indah tapi karena duri tajammu yang membuat aku terbiasa menerima rasa nyaman menghirup sejuknya aromamu tanpa menyentuh dan merusak atau mematahkan duri kecilmu.














" jikalau ingin melihat hidup lebih bermakna 
 Janganlah selalu melihat dari sisi yang lebih istimewa, 
 Tapi cobalah pandang dari sisi-sisi yang berbeda " 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...