Senin, 10 Juli 2017

Tinta hitam




Tertulis lewat tinta hitam kisahku punya banyak cerita untuk dicatat sebagai sejarah untuk hari esok. Dongeng-dongeng yang pernah aku dengar semasa kecil kini tidak lagi Ku dapat sekarang ini. Aku rindu dongeng ketika malam tiba, dongeng tentang orang baik diakhir cerita, ending cerita yang selalu hampir sama, hanya tokoh dalam cerita yang berbeda. Aku adalah pelakon utama dalam dongeng yang coba aku tulis. Goresan tinta hitam disecarik kertas putih yang kupengang, lecek terlihat tidak menarik, aku menyadari itu. Sama hal seperti pakaian kumal pasti akan ada yang risih dan mencibir, aku akan tetap menulis meskipun itu tak akan membuatku jadi kaya. Sejelek dan seburuk apapun tulisanku yang terpenting bisa dimengerti, dibaca, dinikmati, dipahami. untuk seorang pemula aku patut berbangga hati bisa menulis cukup banyak lembaran halaman meskipun nanti ada yang suka ataupun tidak, setidaknya itu disebut sebuah karya.

Sesulit dan seterjal apapun medan yang aku tempuh anggap saja merupakan destinasi wisata, adakalanya hujan turun bersamaan dengan badai, adakalanya hujan ditengah hari saat matahari masih bersinar. Tinta hitam ini siap mencatat apapun yang lewat ataupun terlewatkan. Semua orang punya sampannya masing-masing untuk didayung, banyak kemungkinan bisa terjadi ditengah luasnya lautan. Aku pernah menulis sepucuk Surat lalu memasukannya kedalam botol kaca kemudian melemparnya kelaut, kemungkinan botolnya ditemukan orang yang tidak ku kenal atau terdampar dipulau tak berpenghuni. Entahlah, aku tidak memikirkan itu terlalu jauh karena aku bukan orang yang suka berdo'a untuk sesuatu imbalan. Jika do'a tak didengar aku lebih suka berpikir mungkin dosaku lebih besar dari kemungkinan apa yang aku catat dalam buku besar. Perbanyak mengingat Tuhan, itu kata yang patut aku gores disecarik kertas halaman terakhir sebagai tanda kembali ke pendahuluan bukan melahap sebuah rangkuman.










" orang yang baik adalah orang yang bersedia menundukan kepala setiap waktu,
   Selalu belajar untuk hormat " 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...