Senin, 03 Juli 2017

Antara malamku Dan diamku



Terkadang susah untuk bersyukur atas apa yang ada, semua tidaklah segampang kata mutiara yang kamu dengar. Hidup bukanlah seberapa banyak kamu menelan kata-kata bijak tapi seberapa bijak kamu bersikap. Aku tidak pernah merasa diriku orang yang baik, tidak juga ingin dinilai baik cukup sebagian orang mengenal dan menyadari keberadaan ku saja sudah cukup membuatku berasa hidup.

Hidupku tidaklah sesempurna orang lain diluar sana tapi setidaknya hidupku masih ada warnanya. Sekedar renungan pribadi dipertengahan malam yang membuatku susah untuk tidur lebih awal.

Semua memang terlihat mustahil dan terdengar gila ketika kita mulai berpikir, aku berpikir, berdo'a memohon, bersujud, kadang juga tidak tidur, bukan untuk menyiksa diri tapi karena pikiranku entah kemana. Aku berbaring sambil sesekali bangun dan menghirup secangkir kopi, lalu Ku pejamkan mata antara heningnya malam dan antara diamku. Malamku seakan bertabur cerita tanpa judul, saat aku memejamkan mata selalu ada sekilas kisah yang menepi dipikiranku. Kisah-kisah dalam imajinasiku, kisah-kisah yang mengganggu tidurku dan kisah yang mengganggu nafsu makanku.









" tempat terbaik untuk melamun adalah dipekatnya malam bertabur bintang " 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...