Mungkin ini jawaban dari semua, aku tidak akan bertanya banyak soal apa yang aku lihat, apa yang aku baca, apa yang aku dengar dan apa yang aku pikirkan. Seperti situasi yang memaksaku kembali ke titik nol dimana hamparan debu tersapu angin tak bersisa.
Apa yang aku rasakan dengan sesuatu yang coba kamu tunjukan adalah apa yang aku nilai, sedikit demi sedikit sebuah rasa penasaran mengusik rasa yang sudah lama tinggal. Rasa yang dulu aku jaga, rasa yang dulu aku simpan, rasa yang dulu aku percaya bisa menyatukan, rasa yang dulu ku pertahankan perlahan mulai luntur lantaran semakin seringnya aku melihat senyum indah diluar sana yang coba kamu pertontonkan, entah itu sindiran, entah itu pertanda kebebasan, aku hanya menafsirkan itu sebuah kata mutiara tak bertuan yang membuatku bingung pada siapa harus minta penerangan.
Haruskah aku berpaling pada pendirian yang sudah lama aku pegang teguh. Karena sudah terlalu mustahil mengembalikan senyum ketulusan pada dasar yang seharusnya sudah dinilai seperti lagu penghantar kematian. Entahlah, aku belum berencana untuk mati karena masih ada cinta yang menanti, masih bisa aku tanam pada orang yang ingin datang dengan niat baik.
" belajarlah mencintainya sebagai sesuatu yang indah untuk dibenci "
Tidak ada komentar:
Posting Komentar