sebenarnya aku malas berbagi cerita tentang perasaan ku, tentang kenapa aku tidak terlalu banyak bicara sekarang, alasan menulis ini adalah hanya ingin beberapa tanggapan yang setidaknya bisa sedikit menghibur. Maafkan aku atas segalanya, aku akan baik-baik saja berdua dengan pikiranku. Aku sudah terbiasa dari kecil untuk memikirkan segalanya berdua saja dengan pikiranku, pada saat umurku tujuh tahun lebih sedikit ayahku pergi dimana aku belum memahami kesedihan, hanya saja aku meneteskan air mata tanpa aku tahu artinya. tahun-tahun berlalu aku mulai belajar melupakan gurauan pak tua yang orang sebut kakek itu, aku memang perlahan lupa wajah keriputnya tapi tidak dengan teriakannya, suaranya sedikit parau. Waktu berlalu sangat cepat, layaknya seorang remaja yang mulai bertumbuh dewasa aku mulai mencari-cari jati diri, sesering mungkin aku mencari pembenaran dari hal-hal baru yang aku temukan, sesekali juga aku menemukan hiburan bersama teman.
itulah kenapa aku selalu berusaha mencari kebahagian dengan caraku sendiri dan membuat keberuntunganku sendiri walau terkadang itu lebih sering membuat orang lain tidak suka bahkan orang terdekatku. Bukan karena aku keras kepala tapi memang aku sudah terbiasa menerima keadaan yang nyatanya kadang bersahabat kadang tidak, memang sering kali sebagian orang berpendapat berbeda.
Lelah, iya sangat lelah.