Malam-malam enggan menemaniku lebih lama
Kopi hitam masih bersisa tatkala matahari terbit
Begitu juga senja
Selalu berakhir dengan cepat
Hari yang indah terhitung singkat
Dalam benak kadang berpikir
Mengapa ada matahari terbenam dihari yang istimewa
Mengapa ada matahari terbit ketika kopi masih setengah penuh
Harus bagaimana
Aku adalah selayaknya sisa-sisa percikan air ludah
Rindu ini bertumpu pada titik terlemah
Selalu tumbuh diberbagai musim
Anganku menembus barisan sajak
Membuyarkan semua yang aku rangkai satu-satu
TentangMu