Senin, 16 April 2018

Puisi ( Akumulasi singkat tentang merinduMu )




Malam-malam enggan menemaniku lebih lama 

Kopi hitam masih bersisa tatkala matahari terbit 

Begitu juga senja 

Selalu berakhir dengan cepat 

Hari yang indah terhitung singkat 

Dalam benak kadang berpikir 

Mengapa ada matahari terbenam dihari yang istimewa

Mengapa ada matahari terbit ketika kopi masih setengah penuh 

Harus bagaimana 

Aku adalah selayaknya sisa-sisa percikan air ludah 

Rindu ini bertumpu pada titik terlemah 

Selalu tumbuh diberbagai musim 

Anganku menembus barisan sajak 

Membuyarkan semua yang aku rangkai satu-satu 

TentangMu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...