Aku dan kamu mulai berbicara banyak dengan mata saling memandang, saling tersenyum seolah kota ini milik kita berdua. Aku pernah melihat senyum itu sebelum mengenal nama panjangmu. Seuntai harapan mulai kita rajut bersama seiring cinta yang mulai tumbuh bersemi. Sedikit rasa ingin memeluk erat dan meraba wajah cemberutmu, itu membuat aku percaya selalu ada alasan menunggu meski dalam kehidupan selanjutnya.
Senyummu yang membawaku kedalam suasana baru, aku mulai menyukai semua tentangmu, aku suka wajah cemberutmu, aku suka nada suaramu ketika marah, aku suka alunan degup jantungmu, aku suka pencet hidungmu, aku suka mencium kedua matamu, aku suka cium keningmu, itulah cinta yang aku rasa. Aku senang melakukannya dan aku bahagia. Kamu sudah mulai merasa nyaman dengan kehadiranku, begitu indah seakan aku menemukan tumpukan berlian dihalaman rumah. Sungguh tidak bisa aku gambarkan secara jelas rasanya, yang pasti itu adalah bentuk rasa yang paling berbeda dari jutaan rasa yang ada didunia.
Senyummulah yang mampu merusak kinerja otakku, bahkan bisa menghentikan denyut nadiku, mimpi-mimpi seakan berubah jadi nyata. Aku yakin kamulah arti dari semua cerita yang ada, yang akan selalu hidup dalam lembaran kertas cerita dan tak akan bisa ku lupa.
Aku berharap waktu hanya berputar dan tersesat di jam yang sama, kemudian kembali lagi di angka sebelumnya, aku menginginkan waktu kita lebih lama.
( sayangilah wanita mu, kecup keningnya, gigit hidungnya dan ciumlah kedua matanya )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar