Setiap malam aku terlambat mengucapkan selamat tidur pada sosok pria tampan dipantulan cermin yang aku pandang. Kadang tidak pernah sama sekali, itu karena pikiranku lagi sibuk mempersiapkan diri untuk keluar dari zona aman. aku sadar segalanya harus cepat berubah semenjak tangis, canda, tawa bersatu mempermainkan waktuku. Kembali memulai dari awal merupakan bagian dari rencana, lagu-lagu penyemangat selalu aku dengarkan setiap malam. Sesekali air mata ini menetes kecil tanpa aku sadari, ada rasa sedih, kecewa, bingung, berkecamuk jadi satu, pikiranku seakan tidak punya tempat.
Bentuk kebahagian yang nyata saat ini bukan ucapan selamat pagi darimu tapi dari secangkir kopi hitam sisa tadi malam. Aku bukanlah tipe orang yang mudah berdamai dengan masa lalu, bagiku itu sama sulit seperti menelan obat batuk dikala sedang batuk. Kalian harus tahu aku bukanlah orang yang suka membenci sesuatu yang sudah pernah singgah dan membuatku merasa nyaman, tidak bisa berdamai bukan bearti selamanya tidak memaafkan. Jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam aku memaafkan semua keadaan terburuk yang pernah menimpaku.
Sekali lagi aku merasakan kehilangan yang sama seperti beberapa tahun yang lalu, di mana jantungku berhenti berdetak persekian detik. Kalian tahu bagaimana rasa sakitnya jantung berhenti beberapa detik kemudian berdetak sangat kencang tanpa bisa kita cegah? itu rasanya seperti berada dalam ruangan gelap sendirian dengan suara-suara menyeramkan. Tapi sudahlah, semua punya tempat masing-masing. Tuhan tahu aku orang kuat, Tuhan ingin aku tahu siapa saja yang tetap berada di sampingku, Tuhan mempercayakan aku untuk tidak meneteskan air mata terlalu banyak, Tuhan suka membuatkan aku skenario begitu cepat, Tuhan tahu aku yang terbaik memerankan itu, Tuhan tidak ingin memberiku segalanya begitu cepat, Tuhan mengizinkan aku ikut casting dulu. Tuhan maha baik dalam segalanya.
Samarinda 29 juli 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar