Kamu dan aku
Cerita dalam dua kepala yang berbeda
Sempat terpikir kamulah malaikat
Turun sebagai cerita akhir dari catatan Tuhan
Untuk ku
Aku bermimpi
Memeluk erat dan menempelkan bibirku
Dalam balutan keringat basah keningmu
Kita pernah berjanji bersama selamanya
Tidak ada yang harus meninggalkan
Namun perubahan musim
Dan arah mata angin
Membuatku mengerti
Satu mata rantai akan putus perlahan
Kamu terbang bagaikan elang
Berlari seperti singa
Aku kira sedang berada dalam ceritaku
Tanpa aku sadari menulis cerita yang salah
Pada kertas milik orang lain
Menyisakan bekas sobekan itu
Hilang
Berganti
Tak kembali
Kini kita tak lagi saling kenal
Hingga matahari terbenam di sebelah barat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar