Minggu, 03 Februari 2019

Puisi ( Menari bersama hujan )







Dari senja yang mendung 
Kemudian hujan 
Aku mulai menulis yang terlintas dalam imajinasi 
Bermulai dari sebuah cerita keris empu gandring 
Dan legenda putri cantik pelengkap seribu candi
Lucu memang ketika pikiranku memikirkan sesuatu, 
Yang seharusnya tidak ada dalam daftar menu sarapan pagi



Hujan adalah tempat paling nyaman 
Menghabiskan semangkok mie instan 
Jarum jam terasa berputar sangat lambat  hari ini 
Kakiku mulai bergoyang seiring irama yang terpasang di telinga
Sejenak berimajinasi 
berenang bersama kawanan paus pembunuh 
Berlari mengejar gerombolan kerbau 



Tapi menari bersama hujan adalah tikungan tajam 
Aku bisa merasakan lututku menyentuh jalan 
Menyenangkan memajamkan mata di bawah langit hitam 
Tersenyum indah membayangkan wajahmu 
Pada tiap butiran air yang jatuh 
Merindukan dengan diam adalah 
Hal yang terkadang aku selipkan pada hujan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...