Dari senja yang mendung
Kemudian hujan
Aku mulai menulis yang terlintas dalam imajinasi
Bermulai dari sebuah cerita keris empu gandring
Dan legenda putri cantik pelengkap seribu candi
Lucu memang ketika pikiranku memikirkan sesuatu,
Yang seharusnya tidak ada dalam daftar menu sarapan pagi
Hujan adalah tempat paling nyaman
Menghabiskan semangkok mie instan
Jarum jam terasa berputar sangat lambat hari ini
Kakiku mulai bergoyang seiring irama yang terpasang di telinga
Sejenak berimajinasi
berenang bersama kawanan paus pembunuh
Berlari mengejar gerombolan kerbau
Tapi menari bersama hujan adalah tikungan tajam
Aku bisa merasakan lututku menyentuh jalan
Menyenangkan memajamkan mata di bawah langit hitam
Tersenyum indah membayangkan wajahmu
Pada tiap butiran air yang jatuh
Merindukan dengan diam adalah
Hal yang terkadang aku selipkan pada hujan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar