Kamis, 10 Agustus 2017

Puisi ( balada sebatang rokok )





disuatu minggu pagi

matahari menembus jendela tak bertirai

Dengan bermalasan aku bangkit

Ku lihat seorang teman sedang duduk menatap televisi

Acara tercela yang membuat lelucun dengan mencela

dengan wajah masih basah bekas percikan air

secangkir kopi di tangan kiri

dan sebatang rokok menyala di tangan kanan

Secepat bayangan ku raih rokok itu

Ku hisap dengan tiga Kali kepulan asap

Dia menatap sedikit kesal

Lalu merebut rokok yang sisa dua jari orang dewasa

Tak tahu aku sedang lapar katanya ...

seraya mengepulkan asap pekat rokok yang tersisa

Dia bilang sebatang rokok bisa menghilangkan rasa lapar setengah hari

Aku tertawa

Dan bicara...

Ada nasi dingin bekas tadi malam untuk di goreng bersama garam pengganti ikan 





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...