Selasa, 29 Agustus 2017

Puisi ( Rindu yang tak bertuan )







Lirih bibirku berbisik rindu di telinga

Kata demi kata

Tangisan bersembunyi di belakang pintu 

Aku tak sanggup mengelak 

Rintihan hati menghembuskan nafas terakhir 

Tergeletak tak berdaya 

Berlumuran air mata 

Rindu ini memaksaku mati rasa 

Dengan terbata-bata berkata 

aku memujimu di antara 

pelangi-pelangi senja yang tampil sempurna 

Lagi dan lagi 

Rindu ini menyatu bersama matahari terbenam 

Membuka lembaran kertas berdebu 

Merajut kembali benang-benang merah 

Tentang rindu ini 

Aku membenci itu semua 


Pada siapa... 

Pada rindu yang entah milik siapa... 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...