Lirih bibirku berbisik rindu di telinga
Kata demi kata
Tangisan bersembunyi di belakang pintu
Aku tak sanggup mengelak
Rintihan hati menghembuskan nafas terakhir
Tergeletak tak berdaya
Berlumuran air mata
Rindu ini memaksaku mati rasa
Dengan terbata-bata berkata
aku memujimu di antara
pelangi-pelangi senja yang tampil sempurna
Lagi dan lagi
Rindu ini menyatu bersama matahari terbenam
Membuka lembaran kertas berdebu
Merajut kembali benang-benang merah
Tentang rindu ini
Aku membenci itu semua
Pada siapa...
Pada rindu yang entah milik siapa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar