Minggu, 13 Agustus 2017

puisi ( sisa-sisa hujan di tanah kelahiran )




Memeluk rindu di guyuran air hujan disuatu senja

Didepan jendela kamar aku tertegun menatap butiran air

Bias-bias air mengenai wajahku

yang sedang duduk dibangku plastik made in china

secangkir kopi hitam hangat jadi pendamping yang tepat dikala itu

ku lihat beberapa anak kecil dilapangan samping rumah

sedang asyik bermain bersamaan hujan yang tidak terlalu deras

mereka tertawa

mereka berbagi senyum

mereka kejar-kejaran

entah permainan apa yang mereka mainkan

Mereka seperti sangat bahagia

dengan wajah polos berbalut kelucuan

dari masing-masing karakter wajah ibu bapaknya...

Menghitung angka mundur dari sepuluh sampai satu

aku pernah melakukan itu

berharap waktu bisa kembali 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...