Sabtu, 17 Agustus 2019

Puisi ( Lagu senja dan rindu )







Pada bait lagu yang sering ku dengar 
Selalu saja rindu ini enggan pergi 
Untuk sementara waktu 
Biarkanlah aku mengingatmu
Segenap rindu ini tak adil 
Aku ingin menatap bintang lebih lama 
Lagi, dan memeluk sesal melepasmu pergi 
Ku ingin bisa membuat tawa seperti dulu



Lagu yang mewakili perasaan 
Sering kali menciptakan ilusi aneh 
Aku dan kenangan 
Entah seberapa sering itu nampak asli 
Dalam barisan tanda tanya 
Bermain dalam pikiranku sendiri



Siluet wajah dalam angan 
Aku berdiri pada dedaunan 
Melayang-layang 
Menunggumu 
Berharap senja kali ini 
Ada putri duyung cantik dan baik hati
Terdampar dalam duniaku
' aku kesepian '

Disini

Sabtu, 20 Juli 2019

Puisi ( Tentang dongeng saat malam tiba )




Tentang dongeng saat malam tiba

Karena malam tempat jutaan rindu
Berbincang dalam gelap
Berharap malam sedikit lebih panjang
Kembali memutar kenangan
Tanpa bisa aku sangkal
Sesekali aku terjaga hingga matahari terbit
Banyak kisah yang ingin aku sampaikan
Kisah tentang masa lalu
Tentang dongeng saat malam tiba
Dengan seduhan secangkir kopi di tegukan pertama
Aku tahu rasanya tertawa bersama
Mungkinkah masih ada waktu...



Maafkan aku

Andaikan saja aku tahu
Semua yang berarti paling berharga
Terbang tinggi tak mungkin kembali
Tertidur selamanya
Lima detik aku menjadi manusia tanpa jiwa
Diubun-ubunmu tertunduk
Baru aku tau. jauh tak semestinya jauh
Aku tak bisa berbuat apa-apa
Sekalipun aku berteriak
Padahal hari ini aku disampingmu

Selasa, 19 Februari 2019

Puisi ( tentang embun dalam sepatu )







Tentang embun yang terperangkap dalam sepatuku 
Pagi sekali aku bangun 
Kupu-kupu kecil terlihat berenang 
Diantara rumput liar dan bunga kecil tak ku kenal 
Sepatuku sedikit basah 
Embun meresap sampai kedalam 
Seperti terjebak dalam sela-sela 
Sepatu kain aku beli dari gumpalan tanah liat 
Berbentuk ayam



Matahari bersinar cerah 
Dan embun di dedaunan perlahan kering 
Sebagian sembunyi dalam sepatu
Tertulis jelas dalam diary kecil sebelah kanan kepalaku
Buku-buku tersusun rapi dalam tas, 
Tas kecil yang talinya hampir putus



Aku berlari kecil di halaman sekolah yang rumputnya sedikit basah 
Wanita paruh baya memperhatikan langkahku
Dari depan rumah kayu di samping sekolah 
Lonceng dari besi berkarat mulai berbunyi
Baris berbaris depan kelas 
Hari ini sabtu 
Pikiranku sudah berlari di hari minggu 
Menonton serial kartun sampai siang
Dan bermain layang- layang sebelum senja


Minggu, 03 Februari 2019

Puisi ( Aku kira sedang dalam ceritaku "






Kamu dan aku 
Cerita dalam dua kepala yang berbeda 
Sempat terpikir kamulah malaikat 
Turun sebagai cerita akhir dari catatan Tuhan 
Untuk ku 
Aku bermimpi 
Memeluk erat dan menempelkan bibirku 
Dalam balutan keringat basah keningmu



Kita pernah berjanji bersama selamanya 
Tidak ada yang harus meninggalkan 
Namun perubahan musim 
Dan arah mata angin 
Membuatku mengerti 
Satu mata rantai akan putus perlahan 
Kamu terbang bagaikan elang 
Berlari seperti singa



Aku kira sedang berada dalam ceritaku 
Tanpa aku sadari menulis cerita yang salah 
Pada kertas milik orang lain 
Menyisakan bekas sobekan itu 
Hilang 
Berganti 
Tak kembali 
Kini kita tak lagi saling kenal 
Hingga matahari terbenam di sebelah barat 


Puisi ( Menari bersama hujan )







Dari senja yang mendung 
Kemudian hujan 
Aku mulai menulis yang terlintas dalam imajinasi 
Bermulai dari sebuah cerita keris empu gandring 
Dan legenda putri cantik pelengkap seribu candi
Lucu memang ketika pikiranku memikirkan sesuatu, 
Yang seharusnya tidak ada dalam daftar menu sarapan pagi



Hujan adalah tempat paling nyaman 
Menghabiskan semangkok mie instan 
Jarum jam terasa berputar sangat lambat  hari ini 
Kakiku mulai bergoyang seiring irama yang terpasang di telinga
Sejenak berimajinasi 
berenang bersama kawanan paus pembunuh 
Berlari mengejar gerombolan kerbau 



Tapi menari bersama hujan adalah tikungan tajam 
Aku bisa merasakan lututku menyentuh jalan 
Menyenangkan memajamkan mata di bawah langit hitam 
Tersenyum indah membayangkan wajahmu 
Pada tiap butiran air yang jatuh 
Merindukan dengan diam adalah 
Hal yang terkadang aku selipkan pada hujan


Rabu, 17 Oktober 2018

Puisi ( perempuan dari khayangan )







Di kota ini udara tak lagi sama
Dan terkadang sulit memahami pemikiranku sendiri
Tersenyum melihatmu adalah cara terbaik memulai hari
Walau semua telah usai
Engkau bukanlah tempat ku berdiri
Aku tak akan mati
Mungkin hatiku tak berbentuk lagi
Aku akan mulai melempar dadu dari awal


Malam selalu berhenti
Aku ingin tidur lebih awal dan bangun lebih cepat
Dari angka-angka dadu yang ku lempar
Keberuntungan selalu ada
Hanya perlu memulai
Cerita ini  akan aku mulai pada degupan pertama jantungmu
Aku pasti menemukanmu
Perempuan yang aku sebut dari khayangan

Jumat, 03 Agustus 2018

Setengah satu malam minggu



Setiap malam aku terlambat mengucapkan selamat tidur pada sosok pria tampan dipantulan cermin yang aku pandang. Kadang tidak pernah sama sekali, itu karena pikiranku lagi sibuk mempersiapkan diri untuk keluar dari zona aman. aku sadar segalanya harus cepat berubah semenjak tangis, canda, tawa bersatu mempermainkan waktuku. Kembali memulai dari awal merupakan bagian dari rencana, lagu-lagu penyemangat selalu aku dengarkan setiap malam. Sesekali air mata ini menetes kecil tanpa aku sadari, ada rasa sedih, kecewa, bingung, berkecamuk jadi satu, pikiranku seakan tidak punya tempat.


Bentuk kebahagian yang nyata saat ini bukan ucapan selamat pagi darimu tapi dari secangkir kopi hitam sisa tadi malam. Aku bukanlah tipe orang yang mudah berdamai dengan masa lalu, bagiku itu sama sulit seperti menelan obat batuk dikala sedang batuk. Kalian harus tahu aku bukanlah orang yang suka membenci sesuatu yang sudah pernah singgah dan membuatku merasa nyaman, tidak bisa berdamai bukan bearti selamanya tidak memaafkan. Jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam aku memaafkan semua keadaan terburuk yang pernah menimpaku.


Sekali lagi aku merasakan kehilangan yang sama seperti beberapa tahun yang lalu, di mana jantungku berhenti berdetak persekian detik. Kalian tahu bagaimana rasa sakitnya jantung berhenti beberapa detik kemudian berdetak sangat kencang tanpa bisa kita cegah? itu rasanya seperti berada dalam ruangan gelap sendirian dengan suara-suara menyeramkan. Tapi sudahlah, semua punya tempat masing-masing. Tuhan tahu aku orang kuat, Tuhan ingin aku tahu siapa saja yang tetap berada di sampingku, Tuhan mempercayakan aku untuk tidak meneteskan air mata terlalu banyak, Tuhan suka membuatkan aku skenario begitu cepat, Tuhan tahu aku yang terbaik memerankan itu, Tuhan tidak ingin memberiku segalanya begitu cepat, Tuhan mengizinkan aku ikut casting dulu. Tuhan maha baik dalam segalanya.




Samarinda 29 juli 2018 

Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...