Rabu, 17 Oktober 2018

Puisi ( perempuan dari khayangan )







Di kota ini udara tak lagi sama
Dan terkadang sulit memahami pemikiranku sendiri
Tersenyum melihatmu adalah cara terbaik memulai hari
Walau semua telah usai
Engkau bukanlah tempat ku berdiri
Aku tak akan mati
Mungkin hatiku tak berbentuk lagi
Aku akan mulai melempar dadu dari awal


Malam selalu berhenti
Aku ingin tidur lebih awal dan bangun lebih cepat
Dari angka-angka dadu yang ku lempar
Keberuntungan selalu ada
Hanya perlu memulai
Cerita ini  akan aku mulai pada degupan pertama jantungmu
Aku pasti menemukanmu
Perempuan yang aku sebut dari khayangan

Jumat, 03 Agustus 2018

Setengah satu malam minggu



Setiap malam aku terlambat mengucapkan selamat tidur pada sosok pria tampan dipantulan cermin yang aku pandang. Kadang tidak pernah sama sekali, itu karena pikiranku lagi sibuk mempersiapkan diri untuk keluar dari zona aman. aku sadar segalanya harus cepat berubah semenjak tangis, canda, tawa bersatu mempermainkan waktuku. Kembali memulai dari awal merupakan bagian dari rencana, lagu-lagu penyemangat selalu aku dengarkan setiap malam. Sesekali air mata ini menetes kecil tanpa aku sadari, ada rasa sedih, kecewa, bingung, berkecamuk jadi satu, pikiranku seakan tidak punya tempat.


Bentuk kebahagian yang nyata saat ini bukan ucapan selamat pagi darimu tapi dari secangkir kopi hitam sisa tadi malam. Aku bukanlah tipe orang yang mudah berdamai dengan masa lalu, bagiku itu sama sulit seperti menelan obat batuk dikala sedang batuk. Kalian harus tahu aku bukanlah orang yang suka membenci sesuatu yang sudah pernah singgah dan membuatku merasa nyaman, tidak bisa berdamai bukan bearti selamanya tidak memaafkan. Jauh dari lubuk hatiku yang paling dalam aku memaafkan semua keadaan terburuk yang pernah menimpaku.


Sekali lagi aku merasakan kehilangan yang sama seperti beberapa tahun yang lalu, di mana jantungku berhenti berdetak persekian detik. Kalian tahu bagaimana rasa sakitnya jantung berhenti beberapa detik kemudian berdetak sangat kencang tanpa bisa kita cegah? itu rasanya seperti berada dalam ruangan gelap sendirian dengan suara-suara menyeramkan. Tapi sudahlah, semua punya tempat masing-masing. Tuhan tahu aku orang kuat, Tuhan ingin aku tahu siapa saja yang tetap berada di sampingku, Tuhan mempercayakan aku untuk tidak meneteskan air mata terlalu banyak, Tuhan suka membuatkan aku skenario begitu cepat, Tuhan tahu aku yang terbaik memerankan itu, Tuhan tidak ingin memberiku segalanya begitu cepat, Tuhan mengizinkan aku ikut casting dulu. Tuhan maha baik dalam segalanya.




Samarinda 29 juli 2018 

Senin, 30 Juli 2018

Puisi ( Sentuhan Kedamaian Disuatu Pagi )




Di pagi buta yang sejuk ini 

Ku sisihkan sedikit saja kepingan wajah

Belajar menenggelamkan sedikit yang tersisa 

Hingga suatu hari sepenuhnya akan hilang 

Bayang-bayang senyuman pada dinding kamar 

Cepat-cepat ku pejamkan mata

Embun di daun sudah mulai kering 

Matahari perlahan naik 

Ku pandangi tumbuhan liar di samping rumah

Entah apa namanya?

Sekali lagi rindu ini tertuju pada heningnya waktu 

Di tengah sepoi angin pagi 

Sentuhan kedamaian yang lama tidak aku rasakan 

Pada sepasang mata indah wanita paruh baya

Selasa, 26 Juni 2018

Puisi ( Roro Jonggrang )

                                          Sumber foto : google





Tentangmu yang aku sebut Roro Jonggrang
Kamu yang aku anggap reinkarnasi pelengkap seribu candi
Selamat tidur
Sudah lewat tengah malam
Semoga ayam jantan tak berkokok

Sepagi mungkin aku ingin membangunkanmu
Selamat pagi Roro Jonggrang
Candi imajinasiku sudah selesai
Maaf tadi malam minumanmu aku selipkan obat tidur
Aku takut kamu membunyikan lesung
Dan membakar gerabah


Aku takut legenda itu terulang
Aku takut kamu ada namun tak bisa di raih
Mematung selamanya
Tanpa ada senyum lagi
Aku menyukai mata indahmu, itu alasannya
Walau mustahil bersama 

Minggu, 20 Mei 2018

Barisan lagu dan kenangannya




Kalau dengar lagu " The pussycat dolls - jai ho "  cling otakku ingatnya langsung ke Nana karena entah seberapa sering Dia mengulang lagu itu dulu.
Kalau dengar lagu " Bunga citra lestari - karena ku cinta kau " yang ku ingat adalah Ibu Dina bahasa inggris karena sekilas mirip Bunga citra lestari.
Jika aku lagi memainkan game " Plants vs zombies " ingatanku tertuju pada almarhum ady boy yang mencetuskan sebatang rokok dan secangkir kopi adalah cara paling ampuh menahan lapar setengah hari :( .
Bila mendengar nama maya atau melihat artis Luna maya yang aku ingat tentunya tingkah konyol makhluk kecil berbulu, berkaki empat, berkumis, dengan warna abu-abu rokok cantik.

Ceritanya aku mundurkan ke 8 atau 9 tahun yang lalu. Pagi-pagi ku sempatkan ngopi diwarung si ibu**** "aku tidak pernah tahu nama ibu warung itu siapa" entah bermulai dari mana aku sering ngopi diwarung si ibu hanya untuk menunggu seorang wanita berdagu mungil muncul untuk masuk kelas. Bukan karena aku sedang jatuh cinta tapi memang aku menyukai beberapa jenis kopi.
Semenjak itu jika aku meletakkan secangkir kopi atau tanpa sengaja mendengarkan lagu " Lovarian - perpisahan termanis " yang aku ingat adalah dagunya.
Masih tentang lagu. Satu lagi lagu yang sering terdengar adalah lagunya " Eren - takkan pisah ". Yang aku ingat dari gambaran ini adalah wanita manis berambut keriting lagi main facebook.
Ada satu lagu yang mengingatkanku ketika jam 3 pagi keliling kota dan nongkrong diwarung kopi pinggiran jalan. Terkadang sekedar nyari bubur kacang ijo atau STMJ  bersama om Rudi tabuti, lebih  sering pergi bertiga dengan almarhum ady boy. Lagu itu adalah dari " Maroon 5 - Don't know nothing ".


Masih banyak yang harus aku tulis jika harus memundurkan ingatan ke beberapa tahun yang lalu. Hanya saja aku suka malas untuk menulis semua karena akan menguras hati dan pikiran untuk berhenti makan. Aku tidak ingin sakit karena ulahku sendiri. 
Aku ingin bercerita sedikit tentang ingatanku akan sosok si boy,  aku dan boy dulu satu kost cukup lama dan kita pernah satu kerjaan juga. Hal yang sering kita lakukan ketika jam pulang kerja adalah duduk santai depan kantor sambil memperhatikan setiap perempuan yang lewat dan menebak ukuran bra mereka, konyol tapi menyenangkan. 
Itulah beberapa bagian ingatan tentang sekilas hujan lewat yang tanpa sengaja membasahi kedua mataku. Aku bukan orang yang sanggup mengingat kenangan lama secara berurutan tapi secara acak pada moment tertentu saja, jadi mohon maaf jika tulisanku beralur maju mundur dan tidak beraturan.

Yang jari tangan di metal-metalin  itu teman saya si pencetus pertama sebatang rokok dan secangkir kopi bisa menahan lapar setengah hari 😁😁

Rabu, 02 Mei 2018

Bukan Rindu



Aku masih mengikuti arus cerita yang sebenarnya tidak pernah membuatku merasa nyaman. Terlihat aman dan bahagia saja bagi mereka yang tidak pernah mencari tahu dan bertanya padaku secara langsung. Aku ingin mencoba menghapus beberapa memori yang sebenarnya akan terus melekat meski aku ingin membuangnya jauh, dari situlah aku tahu kebahagian bisa saja berbentuk tangis dan kejahatan bisa saja berbentuk rindu.  Berusaha berbagi malam dengan pikiranku sendiri adalah hal tersulit yang hampir tiap malam coba aku lewati, jika malam semakin larut aku suka suara tik tik air kran yang menetes perlahan layaknya musik dalam film horor. Terkadang hal menakutkan bisa jadi latihan memacu jantung agar terus berdetak, aku lebih suka jantungku berdebar-debar karena saat itulah aku merasa nyaman, merasa bahagia. Kamu ingat pertama kali kali kita bertemu? Disitulah pertama kali jantungku berdegup sangat cepat, gugup tapi tidak takut. Aku minta maaf tiba-tiba saja menulis tentangmu, tapi santai saja aku tidak akan menyebutkan namamu dalam halaman ini maupun halaman selanjutnya karena kamu hanya bagian dari lembaran kertas yang tanpa sengaja tertulis atas ijin waktu. 


Percayalah aku menulis ini bukan karena sepenuhnya merindukan kamu tetapi cuma sekedar agar kamu tahu kalau aku bisa melebihi dari apa yang dulu kamu pikirkan tentangku. Sekarang aku tidak hanya menyukai mekarnya mawar, aku menyukai bunga-bunga kecil tanpa nama dan tanpa sengaja aku temukan dijalan. Setelah itu aku mulai berpikir ternyata sekuntum mawar bukanlah jaminan untuk bisa tersenyum setelah tertusuk durinya, bunga-bunga kecil lebih membahagiakan ketimbang mawar merah yang enggan menunduk hanya karena menganggap dia lebih pantas mendapatkan sesuatu yang entah karena memang sepatutnya seperti itu atau hanya gengsi karena kicauan burung yang bahkan tidak memberi dia telur. 

Senin, 16 April 2018

Puisi ( Akumulasi singkat tentang merinduMu )




Malam-malam enggan menemaniku lebih lama 

Kopi hitam masih bersisa tatkala matahari terbit 

Begitu juga senja 

Selalu berakhir dengan cepat 

Hari yang indah terhitung singkat 

Dalam benak kadang berpikir 

Mengapa ada matahari terbenam dihari yang istimewa

Mengapa ada matahari terbit ketika kopi masih setengah penuh 

Harus bagaimana 

Aku adalah selayaknya sisa-sisa percikan air ludah 

Rindu ini bertumpu pada titik terlemah 

Selalu tumbuh diberbagai musim 

Anganku menembus barisan sajak 

Membuyarkan semua yang aku rangkai satu-satu 

TentangMu


Puisi ( Lagu senja dan rindu )

Pada bait lagu yang sering ku dengar  Selalu saja rindu ini enggan pergi  Untuk sementara waktu  Biarkanlah aku mengingatmu ...